Kau Buat Tak?
أَتَأْمُرُونَ النَّاسَ بِالْبِرِّ وَتَنسَوْنَ أَنفُسَكُمْ وَأَنتُمْ تَتْلُونَ الْكِتَابَ ۚ أَفَلَا تَعْقِلُونَPatutkah kamu menyuruh manusia supaya berbuat kebaikan sedang kamu lupa akan diri kamu sendiri; padahal kamu semua membaca Kitab Allah, tidakkah kamu berakal?
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَWahai orang-orang yang beriman! Mengapa kamu memperkatakan apa yang kamu tidak melakukannya!
Ya ALLAH! Jadikan kami ini orang yang apabila berbicara, bukan bicara palsu dan apabila berjanji, bukan janji palsu. Janganlah pula engkau jadikan kami ini munafiq, akan tetapi masukkanlah kami dalam golongan hamba-Mu yang beriman dan bertaqwa.
Bila Membaca Surat Cinta Dari Tuhan
Apatah lagi dalam keadaan diri saya ini sebentar beramal seperti orang baik, sebentar lagi berpaling semula.
Lantas timbul persoalan dari manakah atau dari sumber apakah boleh ku dapati piawai untuk ku tentukan di mana diriku di atas sekala fasiq-taqwa.
Dari mana lagi dapat ku dapati melainkan dari sumber yang paling agung, iaitu al-Quran. Utusan cinta tuhan buat hambanya yang mahu mendengar.
إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَذِكْرَىٰ لِمَن كَانَ لَهُ قَلْبٌ أَوْ أَلْقَى السَّمْعَ وَهُوَ شَهِيدٌSesungguhnya (keterangan-keterangan dan peristiwa-peristiwa) yang tersebut itu, tidak syak lagi mengandungi pengajaran bagi sesiapa yang mempunyai hati (yang sedar pada masa membacanya), atau yang menggunakan pendengarannya dengan bersungguh-sungguh (kepada pengajaran itu) dengan menumpukan hati dan fikiran kepadanya.
Maka siapakah yang beriman?
Taqwa dan Leka
- Ibadahku semakin kurang.
- Kelekaanku semakin bertambah.
- Aku menjadi sukar untuk menerima teguran.
- Aku menjadi suka melengahkan tugasan.
- Aku tatkala disebutkan tentang iman, syurga dan neraka, aku berpaling dan menutup diriku daripada mendengar.
Namun apabila aku berusaha menjadi manusia bertaqwa serta menjaga amal ibadah peribadiku, aku dapati:
- Aku jadi jelek dengan diriku yang berperangai seperti di atas.
- Aku hairan kenapa aku boleh melengahkan diri untuk ke masjid, lalu aku percepatkan.
- Aku terasa sayang kepada al-Quran dan rindu pada yang menurunkannya serta yang menyampaikannya.
- Aku terbayang syurga, lalu aku ingin memasukinya.
- Aku menangis ketika terbaca ayat-ayat akibat kufur dan neraka.
- Jika dikisahkan tentang ar-Rasul (saw), hatiku diruntun rasa kerinduan yang amat.
Betapa jauh beza diriku antara ku ikut nafsuku atau ku ikut imanku, lantaran itu aku berdoa agar Allah berikanku petunjuk dan menetapkan hatiku sesudah hidayah itu.
Bahkan itulah tarbiah Allah untuk ku agar ku biasakan mengingatinya. Sehingga ku mampu istiqamah dan berjaya.
Taklimat Temasya Sukan
Para peserta sudah bersemangat untuk memuncakkan usaha demi meraih johan. Mereka bertungkus lumus untuk berlatih demi memastikan kejayaan rumah sukan masing-masing.
Kita lihat siapa yang akan meraih kehormatan tertinggi sukan pada tahun ini. Ayuh! Meriahkan sukan SMIH 2012.
Ingatlah Solat
ALLAH telah berfirman:
وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَارْكَعُوا مَعَ الرَّاكِعِينَ
أَتَأْمُرُونَ النَّاسَ بِالْبِرِّ وَتَنسَوْنَ أَنفُسَكُمْ وَأَنتُمْ تَتْلُونَ الْكِتَابَ ۚ أَفَلَا تَعْقِلُونَ
وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى الْخَاشِعِينَ
الَّذِينَ يَظُنُّونَ أَنَّهُم مُّلَاقُو رَبِّهِمْ وَأَنَّهُمْ إِلَيْهِ رَاجِعُونَ“Dan dirikanlah kamu akan sembahyang dan keluarkanlah zakat, dan rukuklah kamu semua (berjemaah) bersama-sama orang-orang yang rukuk.
“Patutkah kamu menyuruh manusia supaya berbuat kebaikan sedang kamu lupa akan diri kamu sendiri; padahal kamu semua membaca Kitab Allah, tidakkah kamu berakal?
“Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan jalan sabar dan mengerjakan sembahyang; dan sesungguhnya sembahyang itu amatlah berat kecuali kepada orang-orang yang khusyuk;
“(Iaitu) mereka yang percaya dengan yakin bahawa mereka akan menemui Tuhan mereka, dan bahawa mereka akan kembali kepadaNya.”
Ayat-ayat ini adalah sebahagian daripada ayat-ayat al-Quran di dalam surah al-Baqarah di dalam bahagian di mana ALLAH mengungkit kepada Bani Israil tentang betapa ALLAH telah banyak memberi nikmat pada mereka, maka mereka hendaklah tunduk kepada ALLAH yang Maha Kuasa.
(more…)
Our Tongues; Our Fall
0
Why do we live in a world that has people who speak viciously of one another?
Have they not read, heard and understood the ayat of the Qur’an:
…and do not spy upon one another, and neither allow yourselves to speak ill of one another behind your backs. Would any of you like to eat the flesh of his dead brother? Nay, you would loathe it!” (49:12)
Let us not become those have eyes, ears and hearts but do not use them.
And most certainly have We destined for hell many of the invisible beings and men who have hearts with which they fail to grasp the truth, and eyes with which they fail to see, and ears with which they fail to hear… (7:179)
The Therapy of Writing
1Writing is a therapy. It is a way of expressing oneself and a way to improve your language.
Out of the four language skills, writing is the hardest. So, people who write a lot tend to be able to speak a lot better. They can also understand a lot more. They would also be able to articulate their feelings more accurately.
I find that my ability to write has been in decline ever since my final year at university. I guess the stress of having to produce good academic writing at the time got to me.
It was also the time when I was preparing for marriage. It seems that marriage also gives a good outlet for emotions that writing what I feel on my blog doesn’t have a tang anymore.
Or maybe it was really the time that it takes to come up with a good article that makes writing unfittable in my new working life.
Another possible reason is Facebook. That sneaky little web-app that allows us to express ourselves instantaneously and get feedback instantaneously. It kills blogs! It kills the motivation to write long, in-depth articles in favor of short, curt messages in the category of, “In the toilet now, bawling my head off over that ***’ mistake.” Full stop!
Whatever the reason actually is, my blog(s), have not really been seriously updated for three years! And since I am now in the business of language, it would be very apt that I start to write again. At least this blog will be a good whetstone for me to sharpen my language.
* written on my Wildfire, at the breakfast stall.
(Pic from here)
Expensive Food
0Food is getting more and more expensive nowadays. A simple lunch in the area that i work in costs between RM6-8. Breakfast once cost at the most RM2, now it’s usually between RM3-4. Dinner for two would usually exceed RM10.






