Tadzkirah

Kau Buat Tak?

Seorang pendakwah jika tidak peka pada beberapa ayat ni maka teramatlah bahaya.

أَتَأْمُرُونَ النَّاسَ بِالْبِرِّ وَتَنسَوْنَ أَنفُسَكُمْ وَأَنتُمْ تَتْلُونَ الْكِتَابَ ۚ أَفَلَا تَعْقِلُونَ

Patutkah kamu menyuruh manusia supaya berbuat kebaikan sedang kamu lupa akan diri kamu sendiri; padahal kamu semua membaca Kitab Allah, tidakkah kamu berakal?

al-Quran, al-Baqarah (2):44

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَ

Wahai orang-orang yang beriman! Mengapa kamu memperkatakan apa yang kamu tidak melakukannya!

al-Quran, as-Saff (61):2

Ya ALLAH! Jadikan kami ini orang yang apabila berbicara, bukan bicara palsu dan apabila berjanji, bukan janji palsu. Janganlah pula engkau jadikan kami ini munafiq, akan tetapi masukkanlah kami dalam golongan hamba-Mu yang beriman dan bertaqwa.

Air mata takut kerana ALLAH itulah pemadam api neraka...

Tanggung Dosa atau Tanggungjawab?

source

Air mata takut kerana ALLAH itulah pemadam api neraka...

Saya tidak bersetuju bila orang kata dosa perempuan itu ditanggung oleh orang-orang dibawah ni:

  1. Suami
  2. Bapa
  3. Adik-Beradik Lelaki
  4. Anak lelaki

(more…)

"Shh, don't tell him I said this..." *stab*

Our Tongues; Our Fall

0

 


"Shh, don't tell him I said this..." *stab*

Why do we live in a world that has people who speak viciously of one another?

Have they not read, heard and understood the ayat of the Qur’an:

…and do not spy upon one another, and neither allow your­selves to speak ill of one another behind your backs. Would any of you like to eat the flesh of his dead brother? Nay, you would loathe it!” (49:12)

Let us not become those have eyes, ears and hearts but do not use them.

And most certainly have We destined for hell many of the invisible beings and men who have hearts with which they fail to grasp the truth, and eyes with which they fail to see, and ears with which they fail to hear… (7:179)

Sincerity or untruth?

Liar

3

Sincerity or untruth?

I feel like a liar.
To recite the istighfar,
Yet not that long after,
Foremost in my thoughts,
Are maksiah to al-Ghaffar.
So then when I say my istighfar,
Does not that make me a liar?
Destined for hell in the hereafter?
Of ALLAH’s mercy, I can only hope…
If not for that belief, I cannot cope.
May ALLAH forgive me of my sins,
And of words I utter and the lies within.

Duit

“Kalaulah Aku Bekerja Pada Malam Itu…”

0
Duit

Aku ada duit!

Andaikan biasanya saudara perolehi gaji RM10 untuk setiap jam saudara bekerja pada waktu malam. Tiba-tiba pada suatu malam dalam satu tahun itu, majikan saudara menawarkan gaji sebanyak RM600,000 sejam untuk kerja yang sama yang saudara selalu buat setiap malam. Adakah saudara akan berusaha dengan lebih lagi pada malam tersebut? (more…)

 

Kuasa Penggandaan

0

Viral Marketing

Lagi dan lagi dan lagi!

Seorang eksekutif pemasaran yang bijak tidak akan menjual satu-satu barang hanya dengan kudrat dirinya sendiri.

Apa yang saya maksudkan?

Maksud saya ialah seorang eksekutif pemasaran yang bijak akan berusaha untuk satu-satu mesej pemasarannya itu juga dibawa dan disampaikan oleh orang lain. Cuba bayangkan:

  1. Eksekutif tersebut menyampaikan satu mesej yang mudah,
  2. kemudiannya diambil oleh orang yang mendengarnya atau melihatnya
  3. dan disampaikan pada yang lain,
  4. yang kemudian mengulangi langkah 2 di atas dan seterusnya.
  5. Akhirnya manfaat akan pulang pada eksekutif pemasaran tersebut tanpa perlu dia melakukan kerja-kerja yang berulang dan berulang dan berulang.

Mari kita perhatikan apa yang dia perolehi. (more…)

 

Watak Game dan Perekanya

0
Assassin

Watak Game (Permainan)

Cuba fikir…

Kalau anda seorang pereka game komputer. Dan anda telah mereka watak-watak yang hebat. Mempunyai 101 macam kebolehan. Tetapi apabila game tersebut dimainkan watak tersebut tidak bertindak menurut apa yang anda kehendaki. Bahkan ia melakukan perkara yang bertentangan dengan tujuan asal ia dicipta… (more…)

The mind of the criminal; the Cycle of Sin

1

“I am guilty of a crime.

“I have no excuse but to say that I am guilty of it. This I cannot deny. What ever it is, even though to others I may lie, but to myself… I cannot deny.

“Yet… I feel so ashamed of myself that I am afraid to meet Him. To ask forgiveness from Him. Too ashamed to utter the words for begging forgiveness.

“Why? Because I have begged forgiveness before… Yet I trangressed yet again. (more…)

Solah on the Bus

0

During the past year since I got married to my wife, I have had the opportunities to travel long distance by bus quite a few times what with her family being in Kelantan and us in Johor.

This opens up new venues for understanding certain aspects of my deen further. Such as doing solah on the bus.

Solah is something which must be done regardless of circumstance. Although there are rukhsahs, or allowances to help us do solah in those situations.

One such rukhsah is to solah on the bus in such cases where you cannot control where and when the bus stops. Since you must still do solah anyway, just do it on the bus.

Of course, the next question becomes, how do you solah without wudu?

You can actually perform wudu on the bus provided you have even one small bottle of water. A 500ml one should suffice for two wudu. I would recommend that you bring a water spray though, it’s much easier to control.

Wudu really need not take as much water as we usually use. In fact, done efficiently, you can use even a cup of water. Of course, on the bus, using as little water as possible should be what you aim for, as you don’t want to flood the floor.

But what if you have no water? Then do tayammum. You can use the dust on the walls for this purpose.

On a vehicle, it is recommended to pray standing when it is possible. On a bus however, it is very impractical to stand and solah. So there is no harm doing it sitting.

There’s also the question of qibla. How do face the ka’ba with the bus turning here, there and another? An answer i heard and use is that there is no need to face the qibla on any vehicle. Just acknowledge the direction when beginning then face forward.

Now after all that, some of you may think, is it really permissible to do solah on a bus? In the end when we come across such situations we are forced to ask our iman, is leaving solah, a pillar of islam, due to the bus not stopping during the waqt of solah more permissible than doing it albeit with allowances? I think the answer is clear here. Though i think i would still post references later.

For now i’ll end this post here.

-’Umayr
-posted thru his phone in Tanah Merah, Kelantan

Laa Tahzan

3

Ini buat rakan-rakanku yang berasa sedih mahupun kecewa. 

Sahabat, ingat tak suatu ketika dahulu, ALLAH mencipta kita…

Kemudian Kami ciptakan air benih itu menjadi sebuku darah beku lalu Kami ciptakan darah beku itu menjadi seketul daging; kemudian Kami ciptakan daging itu menjadi beberapa tulang; kemudian Kami balut tulang-tulang itu dengan daging. Setelah sempurna kejadian itu Kami bentuk ia menjadi makhluk yang lain sifat keadaannya. Maka nyatalah kelebihan dan ketinggian Allah sebaik-baik Pencipta. (Mafhum Surah al-Mukminuun: 14 – link)

…dan sungguh dia menciptakan kita sebaik-baik kejadian.  Lengkap segalanya. Tangan kita. Kaki kita. Mulut kita. Lidah kita. Ya, bahkan kalbu dan perasaan kita seluruhnya Dia ciptakan. 

Dialah yang melengkapkan diri kita dengan perasaan. Gembira. Riang. Ceria. Semuanya penghias jiwa. Tanpa semua perasaan itu jiwa yang tak mampu merasai kehidupan ini. Kita tak mampu simpati pada sahabat kita. Kita tak mampu menyangi keluarga kita. 

Tetapi denganya juga kita rasa derita. Kita sedih.  Kita rasa kecewa. Kita terasa siksa jiwa yang diruntun ujian demi ujian. 

Kenapa Dia ciptakan perasaan ini? Pastinya bukan untuk menyiksa sanubari kita. Seharusnya lebih tepat sebagai pendidik buat kita. Kita lupa mudah lupa apa yang kita senang dan selesa dengannya. Tapi kita akan ingat pelajaran dari keperitan dan kepayahan. 

Sahabat, sememangnya ALLAHlah yang menciptakan perasaan kecewa. Tapi tidaklah Dia membebankan penyebab kecewa itu lebih dari apa yang mampu kita tanggung. Bahkan Dia sebutkan dengan kalamNya yang suci…

Allah tidak memberati seseorang melainkan apa yang terdaya olehnya. Dia mendapat pahala kebaikan yang diusahakannya dan dia juga menanggung dosa kejahatan yang diusahakannya… (Mafhum Surah al-Baqarah: 286 – link)

…bahkan dia ajarkan juga do’a untuk kita pohonkan padaNya tatkala terasa beban yang kita bawa…

…(Mereka berdoa dengan berkata): Wahai Tuhan kami! Janganlah Engkau mengirakan kami salah jika kami lupa atau kami tersalah. Wahai Tuhan kami! Janganlah Engkau bebankan kepada kami bebanan yang berat sebagaimana yang telah Engkau bebankan kepada orang-orang yang terdahulu daripada kami. Wahai Tuhan kami! Janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang kami tidak terdaya memikulnya dan maafkanlah kesalahan kami, serta ampunkanlah dosa kami dan berilah rahmat kepada kami. Engkaulah Penolong kami; oleh itu, tolonglah kami untuk mencapai kemenangan terhadap kaum-kaum yang kafir.  (Mafhum Surah al-Baqarah: 286 - link)

Sahabat… Ketahuilah, sesudah kesusahan itu kesenangan. ALLAH tidak menciptakan kesusahan, melainkan setelah kita mengharunginya ada kesenangan. Bukan itu sunnahNya? 

Oleh itu, maka (tetapkanlah kepercayaanmu) bahawa sesungguhnya tiap-tiap kesukaran disertai kemudahan, (sekali lagi ditegaskan): Bahawa sesungguhnya tiap-tiap kesukaran disertai kemudahan. (Mafhum Surah al-Insyirah: 5-6 – link)

Sahabat. Tatkala engkau bersedih… Ingatlah ALLAH. Bertaubatlah. Mohonlah keampunan. Barangkali ada dosa yang kita lakukan yang menyebabkan gundah. Gusar. Hati tidak tenteram. 

Mohonlah sesungguh-sungguhnya kepadaNya. Hadapkan keperluan dan perhatian kau padaNya. Bukakanlah jiwa dan raga kau pada Dia Yang Maha Pendengar. 

Solatlah sekhusyuknya. Ingatlah Dia jua al-Qadir. Yang Maha Menentukan. Harapkan sebaik, insyaALLAH Dia kan memberikan kebaikan buatmu. 

…Ketahuilah dengan “zikrullah” itu, tenang tenteramlah hati manusia. (Mafhum Surah ar-Ra’d: 28 – link)

Sahabat. Jalan ALLAH jualah jalan yang membawa ketenangan. Bukankah apabila bersandar pada sesuatu yang kuat itu mendatangkan perasaan tenteram? Bahkan ALLAHlah sebaik-baik sandaran, lantaran Dialah yang Paling Perkasa (al-’Aziz), juga Paling Kuat (al-Qawiy) serta dia jugalah yang Empunya Kemuliaan (Dzul Jalaali Wal-Ikraam). 

Sahabat. Tegaskanlah keyakinanmu dengan ALLAH. Usahlah engkau bersedih… 

Sesungguhnya orang-orang yang menegaskan keyakinannya dengan berkata: Tuhan kami ialah Allah, kemudian mereka tetap teguh di atas jalan yang betul, akan turunlah malaikat kepada mereka dari semasa ke semasa (dengan memberi ilham): Janganlah kamu bimbang (dari berlakunya kejadian yang tidak baik terhadap kamu) dan janganlah kamu berdukacita dan terimalah berita gembira bahawa kamu akan beroleh Syurga yang telah dijanjikan kepada kamu. (Mafhum Surah Fussilat:30 – link)

…kerana apabila kita teguh iman dan cukup taqwa, malaikat ALLAH akan turun buat kita memujuk kita! Bukankah itu perkara yang menggembirakan? Bahkan janji syurga itulah kesenangan yang paling hebat dari ALLAH subhanahu wataala. 

Akhir kata. Sahabat, bergembiralah. Ukirlah senyuman pada mukamu. Hilangkanlah gusar di hatimu. Kerana kita adalah insan Muslim dan Mu’min yang bertaraf ummah yang terbaik di muka bumi ALLAH ini! 

Kamu (wahai umat Muhammad) adalah sebaik-baik umat yang dilahirkan bagi (faedah) umat manusia, (kerana) kamu menyuruh berbuat segala perkara yang baik dan melarang daripada segala perkara yang salah (buruk dan keji) serta kamu pula beriman kepada Allah (dengan sebenar-benar iman) dan kalaulah Ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani) itu beriman (sebagaimana yang semestinya), tentulah (iman) itu menjadi baik bagi mereka. (Tetapi) di antara mereka ada yang beriman dan kebanyakan mereka orang-orang yang fasik. (Mafhum Surah Ali ‘Imran: 110 – link)

Go to Top